5 Cara Membuat Chart di Excel, (Mengubah Model, Desain dan Layout)

Microsoft Excel merupakan salah satu program pengolah angka yang mudah digunakan, salah satunya dalam urusan membuat grafik atau chart. Cara membuat chart di Excel sangatlah mudah asalkan kamu sudah memiliki data yang hendak diolah menjadi grafik.

Bahkan kamu bisa membuat grafik menggunakan dua data yang berbeda atau dari sheet yang berbeda. Grafik di Excel sendiri terdiri dari berbagai macam jenis dan masing-masing memiliki fungsinya sendiri.

Apa itu Chart di Excel?

Apa itu Chart di Excel

Chart atau grafik di Excel adalah tampilan dari data yang telah dibuat sebelumnya menjadi sebuah bentuk grafik yang lebih mudah dipahami. Pada dasarnya tidak ada batasan jumlah data maksimal yang bisa dibuat menjadi grafik.

Sebaliknya, ada batasan minimal jumlah data yang hendak ditampilkan menjadi bentuk grafik, yaitu terisinya dua kolom dan beberapa baris. Contohnya disini adalah kolom A dan B, sedangkan data barisnya bisa sampai 10 atau bahkan lebih.

Tipe Chart Excel

1. Column

Column

Salah satu tipe grafik atau chart yang sangat umum ditemui dan digunakan pada Excel. Grafik ini akan menampilkan nilai pada sumbu vertikal dan menampilkan kategori pada sumbu horizontal. Tipe ini sangat cocok untuk menampilkan atau membandingkan data tertentu.

2. Line

Line

Tipe grafik yang biasanya digunakan untuk menampilkan data secara memanjang agar lebih mudah dipahami. Data yang sifatnya berupa kategori akan ditampilkan pada sumbu horizontal, sedangkan untuk data nilai ditampilkan pada sumbu vertikal.

3. Bar

Bar

Bar atau batang juga menjadi salah satu tipe grafik yang sangat umum. Grafik ini umumnya digunakan untuk menampilkan data perbandingan dari beberapa item. Kategori akan berada di sumbu vertikal, sedangkan data nilai berada di sumbu horizontal.

4. Pie

Pie

Grafik Pie atau yang dikenal sebagai grafik donat akan menampilkan beberapa item menjadi satu kesatuan yang proporsional sesuai dengan jumlah item tersebut. Data yang tersaji biasanya dalam bentuk persentase atau angka.

5. X Y (Scatter)

X Y (Scatter)

Salah satu tipe grafik yang biasanya digunakan untuk menampilkan sekaligus membandingkan nilai tertentu, umumnya untuk menampilkan data statistik hingga ilmiah. Data akan tersaji pada sumbu x dan y, dimana masing-masing akan memiliki titik tunggal.

6. Area

Area

Grafik area menjadi grafik yang memperlihatkan perubahan yang terjadi dalam kurun waktu tertentu dalam bentuk area yang dipenuhi oleh warna.

Data yang ditampilkan akan saling terhubung dan terlihat kurva naik maupun turun. Kamu juga bisa mengubah warna grafik area sesuai keinginan.

7. Stock

Stock

Istilah grafik ini sebenarnya diambil dari istilah Pasar Saham karena sering digunakan. Grafik ini seringkali digunakan untuk melacak kenaikan maupun penurunan harga saham. Tipe grafik ini juga bisa dimanfaatkan untuk menganalisa data suhu, berat dan lain sebagainya.

Cara Membuat Chart di Excel Dengan Mudah

1. Tutorial Membuat Chart

  • Buat atau persiapkan terlebih dahulu data yang hendak diubah menjadi grafik.
  • Setelah data terbuat, lakukan seleksi ke seluruh data yang hendak diubah menjadi tampilan grafik.
  • Kamu bisa menggunakan shortcut Ctrl+A di lembar kerja atau klik tombol panah arah kanan bawah yang ada diantara kolom A dan baris 1.
  • Jika sudah diseleksi, klik tab menu Insert, kemudian perhatikan sub menu Charts.
Jika sudah diseleksi, klik tab menu Insert, kemudian perhatikan sub menu Charts.
  • Disini sudah tersedia beberapa pilihan chart yang bisa digunakan, pilih salah satu sesuai kebutuhan.
  • Contohnya disini bisa memilih chart Column, kemudian untuk tipenya bisa pilih 2-D Column atau sesuai keinginan.
  • Klik salah satu, kemudian Ok dan hasilnya akan muncul sesuai tampilan preview tadi.

2. Tutorial Mengubah Model Chart

  • Klik pada grafik yang sudah jadi sebelumnya.
  • Pilih menu Insert lagi, kemudian kamu tinggal memilih model grafik baru sesuai keinginan.
  • Kamu juga bisa menampilkan seluruh pilihan model grafik dengan cara klik tombol kecil yang ada di ujung sub menu Chart atau See All Charts.
Kamu juga bisa menampilkan seluruh pilihan model grafik dengan cara klik tombol kecil yang ada di ujung sub menu Chart atau See All Charts.
  • Nantinya grafik akan berubah sesuai dengan bentuk yang kamu pilih lagi.

3. Tutorial Mengubah Desain Chart/Grafik

  • Klik grafik yang ingin diubah desainnya.
  • Setelah grafik terpilih, klik menu Design.
  • Apabila ingin mengubah desain grafik, bisa pilih salah satu dari Chart Styles.
Apabila ingin mengubah desain grafik, bisa pilih salah satu dari Chart Styles.
  • Kamu bisa melakukan preview tampilan grafik dengan cara mengarahkan kursor ke salah satu Chart Styles yang hendak dipilih.
  • Jika sudah yakin, maka bisa memilih Chart Styles tersebut.
  • Selanjutnya, apabila ingin mengubah warna dari tampilan grafik, maka bisa memanfaatkan fitur Changes Colors.
  • Menu ini bisa kamu temukan di sisi kiri Chart Styles.
  • Klik terlebih dahulu grafiknya, kemudian pilih Change Colors.
  • Nantinya akan muncul beberapa opsi pilihan warna untuk data yang tersaji dalam bentuk grafik dan kamu bisa memilih sesuai keinginan.

4. Mengubah Layout Grafik/Chart

  • Klik grafik yang sudah jadi tadi.
  • Kamu biasanya akan langsung berada di menu Design, jika belum klik menu Design.
  • Selanjutnya klik menu Quick Layout di menu sebelah kiri.
Selanjutnya klik menu Quick Layout di menu sebelah kiri.
  • Klik drop down Quick Layout dan akan muncul beberapa opsi pilihan.
  • Arahkan kursor satu per satu ke layout yang tersedia dan kamu bisa langsung melihat tampilan preview.
  • Jika ada yang cocok, klik Layout tersebut dan nantinya layout grafik akan berubah.

5. Mengatur Elemen Grafik

A. Chart Title

  • Klik grafik tadi, kemudian klik tombol (+) dan pilih Chart Title.
  • Apabila ingin mengubah Chart Titleklik terlebih dahulu Chart Title, kemudian arahkan kursor ke dalam kotak Chart Title seolah ingin melakukan rename.
Apabila ingin mengubah Chart Title, klik terlebih dahulu Chart Title
  • Jika sudah berhasil, kamu bisa mengubah judul grafik sesuai keinginan.
  • Kamu juga bisa mengubah tipe font, ukuran dan lain sebagainya.

B. Legend

  • Klik grafik yang sudah jadi, kemudian klik ikon tombol (+) di sisi kanan grafik dan centang opsi Legend.
  • Jika ingin mengubah posisi Legendklik ikon tombol (+), arahkan kursor ke opsi Legend.
Jika ingin mengubah posisi Legend, klik ikon tombol (+), arahkan kursor ke opsi Legend.
  • Setelah kursor berada di menu Legend, nanti akan muncul tombol kecil arah kanan untuk mengatur letak Legend.
  • Disini kamu bisa mengubah posisinya menjadi di atas, bawah, kanan ataupun kiri.

C. Data Labels

  • Lakukan langkah awal yang sama sampai kamu berada di menu Chart Elements atau setelah klik tombol (+).
  • Sekarang centang opsi Data Labels dan nantinya angka-angka yang ada di tabel sumber akan muncul di grafik tersebut.
Sekarang centang opsi Data Labels dan nantinya angka-angka
  • Jika ingin mengatur lebih lanjut, klik kursor kecil arah ke kanan ketika kursor berada di opsi Data Labels dan sesuaikan dengan keinginan.

D. Axis Titles

  • Di menu Chart Elementscentang opsi Axis Titles.
Di menu Chart Elements, centang opsi Axis Titles.
  • Klik kursor arah kecil arah kanan pada opsi Axis Titles, kemudian centang opsi Primary Vertical jika ingin menambahkan kategori pada sumbu vertikal.
  • Jika ingin menambahkan nilai pada sumbu horizontal, maka klik kursor arah kecil arah kanan pada opsi Axis Titles,kemudian centang opsi Primary Horizontal.

Sangat mudah bukan cara membuat chart di Excel di atas? Sekarang kamu bisa mengubah data angka maupun tulisan menjadi sebuah grafik yang lebih mudah dipahami. Pembuatan grafik ini sangat membantu beberapa pekerjaan, salah satunya yang berhubungan dengan keuangan.